Makanan Khas Pak Sholeh

Selasa, 08 November 2016

Masakan Khas Lombok

Tidak ada komentar :
1. Plecing Kangkung



Makanan ini terdiri dari kangkung yang direbus plus sambal tomat yang terbuat dari racikan cabai rawit, garam, terasi dan tomat. Yang membuat enak adalah kangkung khas Lombok yang berbeda dengan yang biasa tumbuh di pulau Jawa. Oya, didalam plecing kangkung biasanya ditambahkan tauge dan kacang goreng untuk menetralisir rasa pedas. Plecing kangkung bisa Anda temui di hampir semua rumah makan. Salah satu yang paling terkenal adalah Rumah Makan Dua-EM bersaudara yang ada di jalan Transmigrasi 99 Mataram.


2. Ayam Taliwang



Ayam Taliwang adalah salah satu makanan paling populer di Lombok. Ayam taliwang biasanya dimasak dengan beberapa pilihan yakni digoreng, dipanggang atau dibakar. Akan semakin enak jika menggunakan ayam kampung dengan umur ayam yang masih muda. Kelezatan ayam taliwang juga terletak di bumbunya yang super pedas. Nah, jika ingin merasakan kelezatan ayam taliwang datanglah ke Rumah Makan Ayam Bakar Taliwang Irama yang berada di kawasan Cakranegara. Selamat mencoba!


3. Sate Bulayak


Sate bulayak tidak saja enak tapi cara makannya pun unik. Bulayak adalah sejenis lontong yang dibungkus dengan daun aren atau daun enau dengan bentuk memanjang seperti spiral, sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar. Sedangkan satenya terbuat dari daging sapi yang dilumuri bumbu khas Sasak. Cara makannya dengan mencocol bulayak ke bumbu sate yang sudah disediakan. Ya, pedagang sate memang tidak menyediakan garpu dan sendok sebagai teman makan kita. Penjual sate bulayak banyak ditemui di beberapa objek wisata seperti halaman pura lingsar.


4. Nasi Balap Puyung



Nasi balap puyung adalah makanan yang membuat ketagihan. Ya, walaupun tampilan menu basi balap puyung tidak terlalu istimewa namun rasa pedasnya benar-benar membuat Anda ingin lagi dan lagi. Nasi ini berisi suwiran daging ayam yang diolah bersama cabai, kacang kedelai, taburan udang kering, abon serta belut goreng. Di Lombok, yang paling terkenal adalah nasi balap puyung cap Inaq Esun yang berada di Desa Puyung, Lombok Tengah. Dua cabang lainnya berada di bilangan Plaza Senggigi, Lombok Barat dan Jalan Srwijaya Mataram.


5. Ares



Ares adalah sayuran khas Lombok yang bahan utamanya berasal dari pelepah pisang atau gedebok pisang yang masih muda. Rasa hidangan yang memakai santan ini cukup unik yakni manis dan gurih. Awalnya merupakan makanan tradisional Suku Sasak dan disajikan pada acara pernikahan hingga kemudian populer menjadi makanan khas Lombok. Ares lebih nikmat jika dimakan saat masih hangat dengan sepiring nasi putih. Mantap.


6. Sate Rembiga



Sate Rembiga adalah sate yang berbahan utama sapi yang sangat lezat. Rasanya perpaduan antara gurih, manis dan pedas. Dinamakan Rembiga karena awal mula sate ini berasal dari desa Rembiga yang berada di dekat bekas bandara Selaparang. Walau banyak dijual di berbagai tempat, namun penjual yang otentik adalah Warung Rembiga di jalan Dakota nomor 2 Rembiga. Warung ini sudah berdiri sejak 25 tahun lalu. Lokasinya memang tidak tepat dipinggir jalan raya namun cukup strategis. Saking ramainya, tempat makan ini selalu berhasil menjual hingga 70 kg sate. Anda harus mampir dan mencicipi lezatnya sate rembiga disini.


7. Sate Tanjung



Berbeda dengan sate rembiga yang berbahan daging sapi, sate tanjung berasal dari ikan Cakalang atau ikan Langoan. Sate tanjung sangat nikmat jika disantap saat masih panas bersama lontong atau nasi, tergantung selera. Rasa gurih dari daging dan santan serta pedas dari rempah-rempah sangat terasa. Campuran rempah-rempah dan ikan yang dibakar inilah yang membuat badan terasa hangat dan bugar. Anda bisa membeli sate tanjung di sekitar pasar Tanjung atau terminal Tanjung. Mencicipi sate ini di daerah asal dimana sajian ini diciptakan akan lebih afdol ketimbang makan di tempat lain. Selamat mencicipi! 


8. Poteng Jaje Tujak dan Iwel



Poteng jaje tujak dan iwel adalah makanan khas Lombok saat lebaran. Hidangan ini terdiri dari 2 makanan yakni poteng atau tapai dan jaje tujak atau tetel. Selain poteng jaje tujak, ada iwel yang merupakan jajanan khas masyarakat setempat. Iwel adalah kue berbahan baku ketan hitam yang biasanya disajikan saat upacara tradisi masyarakat setempat. Berbeda dengan makanan khas Lombok yang pedas, iwel justru manis dan legit. Kini, poteng jaje tujak dan iwel bisa kita temui sehari-hari tanpa harus bertepatan dengan lebaran maupun upacara tradisional.

9. Bebalung


Bebalung terbuat dari tulang iga sapi atau kerbau yang dicampur dengan racikan bumbu yang terdiri dari cabe rawit, bawang putih, bawang merah, lengkuas dan kunyit plus jahe. Bebalung bisanya disajikan ke dalam mangkok dengan taburan bawang merah goreng. Di Lombok, sajian bebalung yang paling terkenal dijual di depot Kelebet yang berada di jalan HOS Cokroaminoto. Depot yang terletak di belakang kantor gubernur NTB ini selalu disesaki pengunjung yang antre untuk menyantap makanan ini. Keistimewaan Bebalung di depot ini adalah karena dagingnya amat lunak sehingga tanpa gigitan yang kuat dagingnya mudah lepas dari tulangnya. Sajian yang amat sayang untuk dilewatkan bukan?  


10. Beberuk Terong



Beberuk terong adalah makanan sejenis lalapan yang menjadi teman santapan ayam taliwang. Makanan ini sangat mudah diolah. Hanya berbekal terong ungu yang dipotong dadu dan tomat. Bumbu halusnya terdiri dari cabe merah keriting, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, kencur, terasi bakar, gula pasir, garam dan minyak goreng. Siram bumbu diatas terong plus perasan jeruk limau diatasnya. Rasanya manis, pedas, asam dan segar. Menggiurkan bukan ? 

10 Makanan Khas Jawa Timur yang Enak dan Mantab

Tidak ada komentar :

 

1. Rawon


Udah pernah lihat makanan yang kuahnya coklat kehitam-hitaman nggak? Nah makanan yang namanya rawon ini warna kuahnya kayak gitu. Warna gelapnya didapat dari salah satu bahan yang bernama kluwek.
Kalau di Jawa Timur, rawon yang terkenal itu di daerah Pasuruan. Makanan berkuah nan menggoda ini biasanya dimakan dengan nasi, ada juga yang menambahkan bawang goreng dan kerupuk.
Rawon biasanya berisi tauge, sayuran hijau, telur dan juga daging sapi. Pengen nyobain makan rawon? Cari aja di daerah kamu tinggal, atau main lah ke Jawa Timur biar dapet rasa aslinya tuh.

 

2. Rujak Cingur

 

Kalau makan rujak kan biasanya irisan buah-buahan yang dikasih sambel gitu kan. Nah, kalau rujak cingur ini beda lho isinya. Cingur sendiri artinya adalah mulut, jadi rujak mulut sapi, hiiiii. Bahan yang ada di dalam rujak ini adalah cingur dan juga sayuran serta pelengkap lainnya.
Tapi, yang bikin rasanya enak itu bumbu yang digunakan. Bumbunya terdiri dari petis, gula merah, cabe dan juga kacang tanah yang sudah digoreng. Nah, kesemua bumbu tadi diulek dan diencerkan dengan sedikit air. Rasanya sungguh mantab, apalagi kalau kamu makannya di Jawa Timur.

 

3. Lontong Balap

 

Makanan yang satu ini bukan perlombaan ataupun kompetisi ya. Ini murni sebuah makanan yang menjadi salah satu khasnya Jawa Timur, namanya lontong balap.
Nah, lontong balap ini terdiri dari berbagai macam bahan, ada lontong, tauge, tahu goreng, lenthok, kecap, bawang goreng dan pelengkapnya sambal. Terus disiram dengan kuah yang rasanya segar dan mantab.
Makanan yang satu ini udah ada dari jaman dahulu, sebelum negara api menyerang lho. Jualannya dipikul gitu, dibawa keliling kota bersama peralatannya. Tapi sekarang jualannya udah pada punya kios sendiri, jadi nggak perlu mikul berat-berat lagi. Cobain deh makanan legendaris ini, pasti bakal kenyang tuh.

 

4. Gado-Gado

 

Gado-gado merupakan makanan khas Jawa Timur yang sudah terkenal akan kelezatannya. Bukan cuma orang Indonesia aja lho yang suka sama makanan ini, orang luar negeri pun juga suka sama gado-gado.
Makanan ini terbilang cukup sehat, bahannya aja terdiri dari sayuran rebus, tahu, tempe, telur, kentang dan kadang ditambahi ketupat. Terus di atasnya disiram saus kacang yang bikin rasanya makin mantab. Kalau kamu mau nyobain, mungkin di kota Kamu udah ada nih makanan semacam salad ini.

 

5. Nasi Tumpang

 

Sego tumpang atau nasi tumpang adalah makanan khas Kediri. Diberi nama nasi tumpang karena menggunakan kuah dari sambal tumpang.
Sambal tumpang dibuat dari tempe yang sudah basi atau kalau orang Jawa menyebutnya tempe bosok. Tempe tersebut dimasak bersama dengan ayam, kadang ada juga yang memakai rambak atau krupuk kulit sapi.

 

6. Lodho Ayam

 

Kalau kamu mengunjungi Tulungagung, sempatkanlah mencicipi salah satu makanan khas yang ada di sana, lodho ayam. Makanan khas dengan bahan dasar ayam yang dimasak menggunakan bumbu dan resep turun temurun memiliki rasa lezat tentunya.
Lodho ayam ini memiliki dua jenis masakan, yang pertama adalah lodho dengan kuah encer, yang kedua yaitu lodho kuah kental. Semua sama enaknya, apalagi jika dimakan dengan menggunakan nasi panas atau tiwul.

 

7. Rujak Soto

 

Buat kamu yang main ke Jawa Timur bagian timur sampai ke Banyuwangi ada satu makanan yang bisa kamu cobain nih di sana, namanya rujak soto.
Itu sebenernya rujak apa soto sih? Nah, ternyata, di Banyuwangi itu ciri khasnya adalah menggabungkan dua makanan menjadi satu. Contohnya buntut rawon, ada juga yang namanya pecel rawon. Nah, rujak soto pun penggabungan dua makanan menjadi satu.
Rujak soto merupakan penggabungan antara rujak dengan soto kuning. Tapi, jangan dibayangin kayak kamu mencampur rujak sama soto ya. Rujak yang digunakan adalah rujak sayur yang dicampur dengan soto babat, dan terciptalah rujak soto bercitarasa unik.

 

8. Nasi Krawu

 

Kamu tahu kan daerah di Jawa Timur yang terkenal dengan semennya, yup bener banget, Gresik namanya. Nah, di tempat ini ternyata ada makanan khas yang enak lho, nasi krawu.
Buat kamu yang berkunjung ke kota ini, sangat direkomendasikan buat nyicipin deh. Soalnya, nasi krawu ini enak banget, dibuat dari bermacam bahan, ada daging sapi, jeroan sapi, serundeng, dan sambal trasi.
Nasi krawu juga memiliki ciri khas dalam penyajiannya, yaitu dengan menggunakan daun pisang sebagai alasnya.


9. Sego Tempong

 

Buat kamu yang bukan dari Jawa Timur terutama Bayuwangi pasti jarang sekali mendengar nama makanan yang satu ini. Sego tempong merupakan makanan tradisional khas dari Banyuwangi. Dinamai sego tempong karena sego adalah nasi dan tempong artinya memukul atau menampar. Mungkin karena saking pedasnya kuliner yang satu ini.
Sego tempong merupakan sajian yang terdiri dari nasi dan sayuran pelengkap. Kamu akan menemukan rebusan bayam, kenikir, dan kemangi. Tak lupa, sambal yang pedas menjadi saus yang disiram di atasnya.
Selain itu, ada lauk yang lezat menemani sayur yang pedas tadi. Ada tempe, tahu, ayam goreng, dan bakwan jagung. Kamu bisa memilih mana lauk yang lebih kamu sukai.

 

10. Sate Madura

 

Kalau kamu lihat di film-film atau media elektronik lain, pedagang sate biasanya digambarkan sebagai orang Madura. Dan, sate yang paling terkenal adalah sate Madura. Kamu bisa menemukan hampir di tiap kota besar di Indonesia.
Sate Madura bukan hanya sate ayam saja, tapi juga sate kambing yang sama lezatnya. Kalau sate kambing, biasanya akan ada kaki kambing yang digantung di gerobak milik penjualnya. Memanggang sate Madura biasanya menggunakan arang batok kelapa.
Sate khas ini memakai bumbu kacang yang halus untuk sausnya. Kacang ditumbuk sampai halus bersama dengan sedikit bawang merah dan petis. Bumbu kacang ini yang menambah cita rasa dari sate Madura lho.

10 Makanan Tradisional Khas Bali

Tidak ada komentar :

1. Bebek Betutu

 

Bebek betutu
Konon, bebek betutu yang berasal dari Kuta, Bali ini adalah makanan kesukaan para raja di Bali. Cara memasaknya cukup unik, yaitu daging bebek yang telah dibumbui harus dipijat-pijat terlebih dahulu. Katanya, dengan dipijat-pijat maka daging bebek akan menjadi empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. Bebek yang telah dipijat lalu dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau daun pinang lalu dipanggang dalam api sekam. Proses memasak bebek betutu membutuhkan waktu berjam-jam sehingga bebek betutu hanya dimasak ketika ada acara adat atau upacara keagamaan. Selain bebek betutu, ada juga ayam betutu. Perbedaan keduanya hanya dari dagingnya saja. Salah satu produsen betutu adalah Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

2. Babi Guling

 

Babi guling
Semua pasti sudah pernah mendengar makanan tradisional khas Bali yang ini. Babi guling (be guling) terbuat dari anak babi yang perutnya diisi dengan bumbu dan sayuran, misalnya daun ketela pohon, lalu dipanggang sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) sampai matang. Awalnya babi guling digunakan untuk sajian upacara adat atau keagamaan. Namun kini babi guling dapat ditemukan dengan mudah di berbagai rumah makan, warung, dan hotel-hotel di Bali. Babi guling yang paling terkenal berasal dari Kabupaten Gianyar.

3. Bubur Mengguh

Bubur mengguh
Bubur mengguh merupakan bubur khas dari daerah Bali utara (Buleleng) yang sering disajikan saat upacara adat. Bubur mengguh terbuat dari beras dan santan yang disajikan dengan ayam suwir yang dibumbui lalu disiram kuah ayam kental dan urap sayur yang disajikan terpisah. Citarasanya sangat komplit, perpaduan gurih dan agak pedas dengan renyahnya sayur urap.

4. Srombotan

 

Srombotan
Srombotan merupakan sayuran khas Klungkung, Bali berupa lalapan sayur seperti kangkung, kacang panjang, dan kubis yang diberi bumbu yang disebut kalas. Kalas yaitu santan yang diberi kunyit tumbuk, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan sedikit kencur lalu dimasak hingga kental. Kalas inilah yang menjadi ciri khas srombotan. Srombotan ini harus disajikan dengan bumbu kacang dan bumbu pedas yang dicampur hingga merata.

5. Nasi Jinggo

 

Nasi jinggo
Nasi jinggo (atau nasi jenggo) merupakan makanan khas Bali berupa nasi putih yang disajikan dalam bungkus daun pisang dengan lauk pauk dan sambal. Nasinya disajikan seukuran kepalan tangan saja dan lauk pauknya biasanya adalah sambal goreng tempe, serundeng dan ayam suwir. Konon kata jinggo (jenggo) berasal dari bahasa Hokkien jeng go yang berarti seribu lima ratus. Sebelum krisis moneter tahun 1997, nasi jinggo ini memang dijual Rp 1.500,00 per porsi. Porsinya yang kecil mengingatkan pada nasi kucing khas angkringan Jawa Tengah.

6. Lawar

 

Lawar
Ini bukan kelelawar, ya! Lawar adalah masakan berupa campuran sayur-sayuran yang direbus, kelapa yang dipanggang, dan daging cingcang yang dibumbui. Daging yang digunakan adalah daging sapi, babi, ayam, itik, dan penyu. Sementara sayurnya adalah buah nangka muda, pepaya muda, daun jarak, dan kacang-kacangan. Ada bermacam-macam lawar. Bila dilihat dari warnanya, ada lawar putih dan lawar merah. Lawar merah adalah lawar yang menggunakan campuran darah dari daging yang digunakan. Ada juga lawar yang dinamai sesuai dengan jenis daging atau jenis sayuran yang digunakan, semisal lawar babi dan lawar nangka.

7. Nasi Tepeng

 

Nasi tepeng
Nasi tepeng adalah makanan tradisional khas Bali dari Gianyar, Bali. Rasanya pedas dan berempah karena dimasak dengan basa genep, yaitu campuran lengkap rempah-rempah (spices and herbs). Nasi tepeng disajikan dengan sayur-sayuran seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, dan kelapa parut. Nasi tepeng yang disajikan dengan menggunakan daun pisang ini menjadi salah satu jenis sarapan wajib warga Gianyar.

8. Sate Plecing

 

Sate plecing
Sate plecing di Bali ada yang menggunakan daging ayam, babi, ataupun ikan laut. Keunikan sate plecing adalah jika sate pada umumnya disajikan dengan bumbu kacang, maka sate plecing disajikan dengan bumbu plecing. Plecing sendiri merupakan makanan khas Indonesia dari Lombok dan Bali. Plecing merupakan sambal tomat yang dibuat dari cabai rawit, garam, terasi, tomat, dan terkadang diberi tetesan jeruk limau.

9. Sate Lilit

 

Sate lilit
Sate lilit terbuat dari ikan yang dihaluskan lalu diberi tepung serta bumbu-bumbu khas Bali. Sate lilit dibuat dengan cara melilitkan daging ikan pada batang serai. Rasanya sangat khas, berpadu antara pedas, wangi, manis dan gurih dengan aroma dari batang serai. Bukan hanya sekedar nikmat, sate lilit pun sehat karena rendah lemak.

10. Tum Ayam

 

Tum ayam
Tum ayam adalah makanan tradisional khas Bali yang pembuatannya sama seperti pepes. Daging ayam yang dicincang dibumbui dengan berbagai rempah dan santan, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.